Senin, 13 Agustus 2018

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Mendominasi di Kalteng

BORNEONEWS, Palangka Raya -  Kasus kekerasan terhadap anak perempuan di Kalimantan Tengah (Kalteng) mendominasi atau lebih besar ketimbang terhadap anak laki-laki.

"Kondisi ini berbeda dengan data secara nasional yang mengungkapkan, kekerasan terhadap anak laki-laki lebih banyak. Di Kalteng jisteu lebih banyak anak perempuan yang mengalami kekerasan, yakni sebanyak 74 persen," kata Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kalteng, Sin Sigus, saat pelatihan bagi anggota Puspa, Kamis (9/8/2018).

Korban kekerasan terhadap anak paling banyak yakni usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Sedangkan pelakunya adalah paling banyak orang-orang terdekat, seperti orangtua, saudara, guru, kakek, nenek, dan sebagainya.

"Pelaku kekerasan mayoritas berusia 25 hingga 44 tahun dengan tingkat pendidikan yang mayoritas tidak bersekolah. Ini berdasarkan data hingga Juni 2018," lanjutnya.

Dia melanjutkan, kasus kekerasan terbanyak berada di Kabupaten Kapuas, disusul Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) adalah wadah untuk menyamakan persepsi dan bekerja sama untuk mengatasi permasalahan perempuan dan anak, di antaranya trafficking, kekerasan, prostitusi, pernikahan dini, putus sekolah pasa anak perempuan, eksploitasi, kematian ibu dan anak. (OKTRIKA NUGRAHENI/B-11)


EmoticonEmoticon